Jumat, 25 April 2014

Sabar dalam Cinta, Harmoni Kehidupan...

Pr ke 8
#10 hari ngeblog
Katanya sabar itu indah, katanya sabar itu berkah, katanya sabar itu penuh rejeki
Tema kali ini adalah SABAR
Lets Writing Ladies...
 
Bismillah...

Cinta itu butuh kesabaran, sayang juga butuh kesabaran, belajar butuh kesabaran, bekerja butuh kesabaran dll. Ternyata definisi sabar itu luas, tinggal bagaimana kita bisa manage rasa sabar itu sendiri. WOW, untuk sebuah kesabaran ibu membesarkan kita dengan tingkah laku yang bisa membuatnya khawatir dan geleng-geleng kepala. WOW untuk kesabaran penuh cinta seorang ayah yang bekerja menjadi tulang punggung sejak matahari belum bersinar, hingga matahari tenggelam bahkan larut malam. Kali ini saya ingin menjabarkan sabar dalam bentuk hubungan dalam rumah tangga yang saat ini banyak dilupakan oleh kita dan pasangan kita. Semoga bisa menjadi inspirasi dan pengingat kita, In shaa Allah...

Rabu, 23 April 2014

Berorganisasi dengan kerjasama yang solid, kenapa tidak...


PR ke 7
Tema : Team Works
Bismillah...

Saya tidak pintar dalam merangkai kata. Semua  saya torehkan dengan sederhana. Masih terus belajar untuk menjadi bisa. Inilah untaian kata tentang tema di hari ini menuju deadline yang beranjak larut.

Ketika kita memutuskan ikut andil dalam sebuah organisasi, pasti membutuhkan anggota tim. Baik itu ketua, wakil, sekertaris dan anggota lainnya. Sebuah organisasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa kekompakan tim. Sebuah organisasi ibarat sebuah tubuh yang tak bisa melakukan apapun tanpa tangan, kaki dan otak juga tanpa penglihatan, pendengaran dan rasa. Sebuah organisasi butuh kerjasama, mendukung satu sama lain, segala macam kegiatan tidak akan sukses apabila tidak ada rasa saling menghargai dalam tim.

Selasa, 22 April 2014

Puisi Cantik Buat Sahabat

Sahabat,
Rangkaian Kata Tak Terungkap
Sekian Lama Kau Tak Jua Terlihat
Rindu Tenang Hampa Tersirat
Relung Hatiku Kian tertutup Rapat


Sahabat Sekolahku,
Teringat Sahabat Kecilku sewaktu di Jakarta
Empat Serangkai Dalam Satu Makna
Aku, Vivi, Juli Hartati dan Juliana
Kami Terpisah Jarak dan Waktu Sekian Lama
Sampai kini Belum Sempat Bertatap Mata

Sahabat Ceriaku,
Mereka Selalu Bermain-main Dalam Benakku
Mereka Mengajarkan Keceriaan Dalam Hidupku
Mereka Bisa Tertawa Terpingkal-pingkal bahkan Tersipu malu
Mereka Cahaya Penerang Jalanku

Sahabat Remajaku,
Mengajarkan Arti Keindahan Dalam Sudut PandangNya
Membuatku Merasa Istimewa Tak Terhingga
Menciptakan Suasana Haru Dan bahagia
Membuatku Menjadi Remaja Sempurna


Sahabat Mempesona,
Kini Usia Kita Semakin Dewasa
Kau Ajarkan Sejuta Aksara
Semua Yang Kita Miliki Bisa Sirna
Dalam Sekedip Mata

Sahabat Cantik Dalam Segala Rupa,
Dunia Ini Milik Kita Bersama
Adakah Kita Mengingkari-Nya
Sahabat Suka Baik Duka
Kau Membawa Manfaat Bagi Dunia

Sahabat Cinta,
Kau Berikan Aku Dua Pasang Mata Yang Harus Kujaga
Kau Berikan Seluruh Hidupmu Demi Aku Sang Pujaan Jiwa
Terkadang Ego Mencuat Kemana-mana
Tetaplah Menjadi Yang Terbaik Untuk Kami Semua

Linda Trinovita,
#10 hari ngeblog
Edisi Puisi Untuk Sahabat
















 



Senin, 21 April 2014

Cinta, Kasih Sayang Terhadap Diri dan Lingkungan

PR ke 5, 21 april 2014
#10 Hari Ngeblog
Tema :  Self Awareness

Bismillah...

          Manusia diciptakan Allah dengan bentuk sempurna, itu yang slalu kutanam dalam hati. Aku hanyalah manusia kebanyakan yang terlihat 'biasa' dan aku bersyukur atas apa adanya diriku. Aku terlahir sebagai anak sulung yang teramat biasa. Aku hidup dari keluarga yang biasa dan tingkat ekonomi yang biasa. Aku terbiasa menjadi manusia yang tidak populer. Kedua orang tuaku tidak pernah menuntutku untuk menjadi apapun, ayah ibuku hanya menginginkan aku menjadi anak yang mereka sayang. Anak yang menanti mereka pulang dari lelah bekerja dengan senyuman. Anak yang bisa menjaga adik-adik ketika mereka berada jauh dari rumah. Semua yang kulakukan adalah hal yang sangat biasa seperti kebanyakan orang-orang di luar sana. aku menyikapi semua karena perasaan cinta, cinta mengakibatkan hal- hal positif yang bisa tertuang dengan indahnya. Ketika kita mencintai dalam bentuk apa pun dan kepada siapa pun, hal itu membuat hidup kita menjadi lebih bermakna. Dengan mencintai, kita menjadi makhluk sosial yang dicintai sesama. Cinta terhadap makhluk Allah dan cinta terhadap Sang Pemilik Raga juga Ruh.

          Malam ini seluruh pikiranku tercurah, waktu tinggal lima puluh empat menit mendekati deadline. Aku senang dengan kegiatanku saat ini, banyak ilmu yang sudah kudapat, bertemu dengan komunitas srikandi dan pendiri komunitas emak blogger adalah kado terindah. Waktuku kian sempit ketika banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan sendiri. Sebagai ibu yang baik untuk kedua putraku, istri yang mendampingi suami disaat apapun, manajer rumah tangga, dokter disaat mereka sakit, juga juru masak yang handal walau rasa normal. Semua adalah anugerah yang membuat aku semakin hari harus selalu bersyukur. Demi harmonisasi kehidupan. Masih teringat masa kecilku, terlahir sebagai anak yang riang, bisa bermain dengan apa saja yang ada dihadapanku, senang bernyanyi serta berceloteh seperti kicau burung. Ayahku selalu riang menanggapi ocehanku yang terkadang membuatnya berpikir lama untuk menerangkan. Sementara ibuku teramat sangat menjagaku. Ketika aku berlari di pematang sawah mengejar kucing liar, Ibuku akan berteriak memanggil dengan wajah panik yang akhirnya aku pulang membawa bekal cakaran kucing. Ketika suatu saat aku melihat ular dengan penasaran kudatangi hewan tersebut. Namun begitu melihatku ular itu dengan gesitnya meliuk-liuk dibalik semak-semak yang membuatku semakin penasaran, dan kembali ibuku berteriak penuh khawatir. Satu lagi kejadian yang membuat kali ini ayahku khawatir adalah ketika aku berlari penuh semangat berlatih karate mengikuti kakak yang lain, usiaku 4tahun tapi aku sudah hapal gerakan demi gerakan. Ayahku semakin tersadar ketika melihat anak sulung perempuannya push up dengan mengepalkan kedua tangan. Hingga akhirnya latihan karate dibelakang rumah kami harus pindah atas saran ayah. Kejadian lainnya ketika sd, aku di daftarkan sanggar tari minang pemilik artis kenamaan.Pada saat itu ayah ibuku bisa tersenyum bangga, melihat aku diundang menari dari tingkat RT sampai kelurahan. Itu adalah asal muasal aku mencintai dunia seni, walau tak sepenuhnya aku jalani tapi aku belajar dari semua itu.


          Semakin hari aku semakin belajar menjadi perempuan, banyak sekali pantangan yang diajarkan ibuku, ayahku juga kakekku (orang tua dari ayahku). Pertama kalinya aku diajarkan apa itu "table manner" oleh gaek (sebutan untuk kakek). Aturan-aturan yang beliau ajarkan benar-benar mengena dalam hidupku, bagaimana kita harus bersikap, berkata sopan dan bertingkah laku didepan makanan yang telah dihidangkan. Lucunya kami para cucu sering enggan makan bersama beliau, mata ini tidak boleh jelalatan ketika makan, sendok tidak boleh bersuara menyentuh piring, minum hanya boleh ketika selesai makan dan satu hal yang menurutku paling sulit adalah tidak boleh berbicara ketika makan. Betapa tegangnya suasana makan untuk anak sd seumur aku. Serunya adalah aku sangat menyukai saat-saat makan bersama dengan aturan gaek, (love u much gaek linda tidak akan pernah lupa semua ajaranmu). Walau terkadang gaek akan marah ketika kami para cucunya mulai rusuh bermain perang-perangan dan petak umpet di dalam rumah, yang memang berisik sekali. Gaek terbiasa dengan riuh rendah suara cucunya. Gaek menghabiskan waktunya dengan banyak membaca dari bacaan bahasa asing sampai komik-komik terkenal era orde baru. Gaek pernah menulis di koran harian pada zamannya. gaek juga pernah menjadi tentara yang mengakibatkan luka di salah satu matanya. Gaek adalah inspirasi terdekatku walau kami tidak terlalu dekat (Gaek meninggal disaat aku masih kecil).


          Kali ini Angku (kakek, adik kandung dari amak ibuku) orang tua kedua yang membesarkan ibuku adalah inspirasiku, beliau orang yang tenang, berwibawa, tinggi, putih. fisiknya waktu muda pasti bikin hati semua wanita menoleh lebih lama. Melihat cara beliau betutur kata membuat aku harus bisa menirunya, melihat tingkah lakunya yang tenang tidak menyukai keributan, berfikir logis, ramah dan tidak banyak berbicara beliau terlihat seperti sosok pemimpin yang baik. kali ini aku menilai dari sudut pandang sebagai cucu, karena kami jarang sekali berbicara. belaiu sibuk dengan aktifitasnya sebagai karyawan perusahaan besar. Akhir pekan dihabiskan beliau dengan bermain tennis atau golf, itu adalah jadwal wajib. kesimpulanku adalah beliau orang yang pintar dan baik hati.
kecintaanku pada beliau adalah nilai plus yang tak berujung. "Menjadi orang baik dan berpikir positif itu akan membuatmu awet muda," kesan itu yang kudapat. Selamat Ulang Tahun angku Arifien Aries, semoga selalu disehatkan dan selalu menjadi panutan dimana pun engkau berada.


          Kehidupan menurutku adalah belajar, belajar disaat sulit, belajar disaat terpuruk dan sakit, juga belajar disaat mendapatkan berkah atau rahmat. ketika kita menyikapi hidup dengan banyak mengucap rasa syukur, kemungkinan kita akan jauh dari rasa was-was dan gelisah. Hal yang menurut kita hanya sebuah masalah kecil, belum tentu menurut penilaian orang lain adalah urusan kecil. Kita hidup di berbagai macam lapisan masyarakat dengan berbagai macam suku, kebudayaan dan adat. keaneka ragaman ini membentuk kita menjadi pribadi sosial yang berbudaya sesuai dengan cara dan aturan dalam hidup kita masing-masing. Cukup prihatin dan sedih dengan kejadian- kejadian yang terjadi di surat kabar dan media elektronik lainnya. Semoga Allah senantiasa melindungi semua Makhluk Ciptaan-Nya, semoga kita semua dikuatkan Iman, Ikhsan dan Akhlakul karimah aamiin Ya Rabbal'alamin...


Linda Trinovita,
Yang masih belajar untuk bisa.





         

          





       
       







Rabu, 16 April 2014

Ketika pengertian berada diambang batas, siapa yang patut disalahkan...

PR 4, kamis 17 april 2014
#10 Hari Ngeblog

Commuterline solusi atau penambah masalah?

Berita Pertama


Metrotvnews.com, Bekasi:
Penumpang kereta api Commuter Line jurusan Bekasi-Jakarta Kota, melakukan demo dengan duduk di sepanjang rel. Mereka menuntut PT KAI Commuter Jabodetabek memperbaiki jadwal keberangkatan kereta api dari arah timur Jakarta dan Commuter Line. Bila tidak, mereka mendesak Direktur KCJ mundur.
"Perbaikan jadwal kereta api harus dilakukan paling lambat tiga hari setelah hari ini. Apabila PT KAI tidak bisa melakukannya, Direktur KCJ dicopot saja dari jabatannya," ujar perwakilan penumpang commuter line melalui pengeras suara stasiun, Bekasi, Kamis (17/4/2014).
Demo ini dipicu oleh sering telatnya kereta menuju Bekasi dari Jakarta Kota atau sebaliknya. Keterlambatan ini akibat banyaknya kereta dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang juga menggunakan jalur sama.
Keadaan ini dipicu dari terlambatnya kereta api Commuter Line. Rangkaian kereta itu seharusnya berangkat pukul 07.45 WIB, namun baru sampai di Bekasi pukul 08.30 WIB.
Keadaan makin parah dikarenakan kereta dari timur Jakarta terus diberikan jalan. Penumpang yang melihatnya lantas marah dan memblokade rel kereta. Tidak hanya duduk di rel Commuter Line, pendemo juga duduk di rel kereta yang akan dilewati kereta dari arah timur. (BOB)

Berita kedua

Masih Adakah Rasa Kepedulian di Bangku Prioritas Commuter Line?
Rivki - detikNews
Jakarta - 
Kehidupan di angkutan massal commuter line menjadi gambaran masyarakat Indonesia. Berbagai latar belakang masyarakat tumplek di dalam gerbong yang kadang padat setiap harinya. Di dalam kereta itu juga terjalin rasa simpati dan empati pada sesama penumpang. Salah satu kasusnya lewat bangku prioritas commuter line.
Bangku prioritas ini diperuntukkan bagi ibu-ibu hami, lansia, dan mereka yang berkebutuhan khusus. Tapi sayangnya kerap kali kursi ini diisi oleh mereka yang tak seharusnya. Terkadang yang berhak justru tak bisa duduk di kursi itu.
Seperti pengalaman Rani Alfiah, pengguna commuter line dalam surat elektroniknya ke redaksi@detik.com, Selasa (8/4/2014). Rani bercerita, suatu hari dia pulang kerja dan berdiri di depan bangku prioritas yang diduduki para ibu-ibu hamil.
Namun saat itu terdapat seorang bapak yang tampak sehat dan bugar, yang sedang tertidur. "Entah beneran atau pura-pura," imbuh Rani.

Lalu kemudian, datang wanita lansia yang sangat butuh tempat duduk. Rani berinisiatif membangunkan bapak yang tertidur itu dengan sopan dan berkata kalau ada lansia yang butuh duduk.
"Namun bapak-bapak tersebut masih pura-pura tidur dan mengabaikan ucapan saya. Saya coba membangunkan beliau kembali, akhirnya beliau berdiri dan sambil ngedumel nggak jelas sepanjang jalan," imbuh Rani. 
"Kurangnya kesadaran masyarakat di dalam angkutan khususnya kereta commuter line sungguh memprihatinkan. Banyak ketidakperdulian terhadap orang lain. Sikap apatis yang banyak saya temui di sini. Semoga suatu saat nanti perilaku-perilaku manusia seperti ini berkurang, amin," tambah Rani.

Berita ketiga

Ramai Kursi untuk Ibu Hamil di Media Sosial, Ini Saran Pihak Commuter Line
Nala Edwin - detikNews

Jakarta - Kursi untuk ibu hamil tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Asal muasalnya ada seorang perempuan pengguna commuter line yang menulis di path pengalamannya menolak memberikan kursi bagi ibu hamil. Sejumlah alasan dikemukakan perempuan itu mulai dari dia berangkat pagi harus naik ojek dan angkot dua kali sampai kakinya sakit.
Lalu bagaimana tanggapan pihak commuter line soal kasus yang ramai di media sosial path dan twitter ini?
"kita sama-sama mengerti. Ini transportasi publik, dari atas sampai bawah. Kalau ada ibu hamil, di angkutan umum ya kita sebagai penumpang sebaiknya bersimpati," kata juru bicara Commuter Line, Eva Chairunnisa saat dikonfirmasi, Rabu (16/4/2014).

Menurut Eva, pihaknya juga sudah mendapatkan informasi soal ramainya cerita soal kursi itu. Menurut Eva, kalau dari operator memang ada kursi prioritas yang terletak di ujung. Kursi itu khusus bagi ibu hamil dan mereka yang dibolehkan sesuai aturan. Kalau bangku itu penuh oleh mereka yang memang berhak, bangku reguler baru menjadi pilihan. Nah, di sini diharapkan kerelaan penumpang yang lain.
"Kita mengharapkan pengguna jasa, dari sisi kemanusiaan dari sisi masing-masing. Kita tak mungkin memaksakan, artinya misalnya kalau kursi prioritas penuh, kita minta tolong pada penumpang di kursi reguler," jelas Eva.
Bila di bangku reguler tak ada yang mau berdiri, lanjut Eva, maka petugas yang berjaga akan mencari tempat lain sampai menemukan penumpang yang rela dengan rasa kemanusiaan.
"Ya kalau ada yang nggak mau kita tidak bisa memaksa. Petugas akan minta tolong pada penumpang yang memang sukarela mau berdiri," urai dia.
"Di situ membutuhkan pengguna jasa saling bersimpati," tambah dia.
Eva menceritakan, biasanya justru para penumpang di kereta yang saling bantu tanpa perlu bantuan petugas. Penumpang kereta dikenal solider, dan kala ada yang membutuhkan tempat duduk, ada saja penumpang yang berteriak memberitahu dan kemudian ada yang sukarela memberi bangku.
"Kenapa ibu-ibu hamil memilih tempat reguler bukan tempat gerbong khusus karena di reguler biasanya ada yang memberi. Kalau kasus yang di media sosial itu kasuistis saja, itu dari sisi perseorangan. Penumpang kereta banyak yang bersimpati," tutup dia.
KESIMPULAN :
Dari beberapa berita diatas kita bisa menyimpulkan CommuterLine merupakan transportasi vital yang digunakan oleh berbagai macam kalangan masyarakat. Saya memang bukan pengguna commuterline, tapi saya ikut merasakan kesesakan mereka ketika berangkat kantor atau sekolah, kegundahan mereka ketika commuterline tak kunjung datang tepat waktu, begitu juga kepenatan mereka berjam-jam berdiri dari berangkat hingga sampai tujuan. Negeri kita terkenal dengan keramah tamahannya namun kali ini terlihat jelas kemuraman demi kemuraman yang ada. Dimanakah letak kesalahannya? Hanya waktu yang akan membuka tabir kejadian saat ini. Ketika kesadaran dan pengertian kita berada diambang batas...

Linda Trinovita
#Yang belajar untuk menjadi bisa